Solihatbudisetiyadi’s Weblog


Biduran, Penyakit Kulit di sekujur Tubuh
January 7, 2009, 5:00 pm
Filed under: kesehatan

Biduran, hives, darah dingin, atau dalam istilah kedokterannya, urtikaria, sebenarnya adalah tanda reaksi pada pembuluh darah di kulit akibat oleh suatu perangsangan, yang akan dijelaskan pada bagian lain. Biduran adalah penyakit kulit yang sering dijumpai. Fakta yang menarik bahwa 15-25% orang yang ada pasti pernah terkena biduran.

Reaksi pada pembuluh darah tersebut membuat pembengkakan pada lapisan dermis kulit dan ditandai dengan benjolan berdinding agak keras pada kulit. Benjolan ini bias saja muncul di sebagian tubuh dan bahkan seluruh tubuh. Biduran akan timbul dengan cepat dan hilang timbul perlahan-lahan kurang dari 24 jam. Biasanya penderita akan merasa gatal, tersengat, dan seperti tertusuk-tusuk.

Hal-hal yang dapat merangsang timbulnya biduran adalah:
a. Obat-obatan, seperti penisilin, obat sedative, obat pencahar, aspirin, dan lainnya
b. Makanan, seperti coklat, kerang-kerangan, kacang, tomat, stroberi, melon, daging, keju, bawang putih, dan rempah-rempahan, telur, ragi.
c. Infeksi bakteri, jamur, parasit
d. Zat yang dihirup, seperti serbuk sari, tungau debu rumah, bulu binatang, biji kapas, kapang, kosmetik, zat alergi.
e. Zat yang tersentuh, seperti bulu, air liur hewan, binatang laut, serbuk tekstil, tumbuhan, buah, bahan kimia.
f. Lingkungan, seperti suhu, radiasi, air, mekanis, latihan.

Bagaimana cara diagnosa?
Dokter akan mendiagnosa dengan anamnesa (wawancara), pemeriksaan fisik, tes provokatif. Untuk tes penunjang dapat dilakukan tes uji rutin pada darah, feces, dan urin, pemeriksaan terhadap infeksi, profil kimia darah, tes serologis, tes kulit, tes RAST, dan biopsy kulit. Atau pendekatan lain dengan cara deteksi memakai tekhnologi biofisika.

Perawatan apa yang harus dijalani?
Yang terpenting adalah penderita ahrus menghindari zat-zat atau obat penyebab bidurannya. Kemudian dapat diberikan pula pengobatan antihistamin, kortikosteroid, dan lainnya. Pengobatan ini harus dilakukan dengan petunjuk dokter. Terapi yang sedang berkembang saat ini adalah dengan cara Biofisika yang berusaha melakukan pendekatan dari gejala klinis yang timbul dari faktor penyebab. Sehingga kondisi sang biduran ini dapat diatasi.

Apakah biduran membahayakan jiwa?
Tidak. Biduran yang akut (timbul dari masa yang tidak begitu lama) akan lebih mudah diobati dibandingkan yang kronis (sudah cukup lama timbulnya). Biduran ini memerlukan bantuan dokter. Anda dapat menghubungi dokter umum atau dokter spesialis kulit dan kelamin (Sp.KK).

Daftar Pustaka:
1. Wijaya, Lorettha. 2008. Urtikaria. Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Unika Atma Jaya: Jakarta.
2. Aisyah, Siti. 2007. Urtikaria dalam Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Departemen Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta.
3. Regumed Institute. Regumed   http://regumed. de Institute

sumber http://panduankesehatan.blogspot.com


1 Comment so far
Leave a comment

Wah bagus sekali artikel nya, bisa menjadi banyak masukan nih.
Makasih ya!

saya sedang menulis perihal “Mengapa Timbul Penyakit” di blog saya. silakan berkunjung ya!

http://distributor4lifeindonesia.wordpress.com/2008/11/29/mengapa-timbul-penyakit/

Comment by sehat4life




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



%d bloggers like this: